Senin, 13 Januari 2014

Penggunaan ICT Dalam Pembelajaran Bahasa



PENGGUNAAN ICT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

Abstrak
ICT sebagai media pengajaran menjadi semakin dikenal. Melalui makalah ini harapan kami untuk bisa berbagi tentang aspek penggunaan ICT  dapat membuktikan dan merangsang siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Focus kami adalah tentang bagaimana penggunaan Web sebagai pusat pembelajaran siswa, pengembangan motivasi siswa, kreatifitas materi pembelajaran , meningkatkan kebersamaan. Menganalisa segala perbedaan pembalajaran yang lalu dengan yang sekarang, maka akan ditemukan cara yang berbeda untuk memotivasi siswa dalam mengembangkan materi pembelajaran yang berupa data base pada penelitian spesifik, presentasi power point dan kamus on line.
Dalam makalah ini menganalisa bagaimana solusi ICT dapat digunakan sebagai pendukung pada aktifitas kelas yang beragam, kerja kelompok dan tugas-tugas kerja berpasangan.
                              I.            Pendahuluan
ICT sebagai media pembelajaran semakin diakui keberadaan dan penggunaan serta pemanfaatannya. Dalam makalah ini membahas penggunaan ICT yang telah membuktikan dan menstimulasi guru dan murid-murid secara positif.  Pemaparan dalam penggunaan media  e-learning untuk pengajaran bahasa inggris pada tingkatan-tingkatan yang berbeda, untuk terminologi pembelajaran dan ESP (English for Specific Purpose). Fokus dalam makalah ini adalah bagaimana Web dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa, pengembangan motivasi siswa, kerjasama dalam menciptakan materi pembelajaran, seiring pengembangan rasa ”kekamian” dan kepemilikan bersama. Mencari perbedaan pembelajaran masa lalu dan masa kini, maka akan mengetahui perbedaan cara memotivasi siswa dengan melibatkan mereka pada bangunan(penyusunan) pembelajaran.
ICT membantu siswa menemukan nilai dalam pembelajaran melalui berbagai macam instruksi dan alternatif-alternatif penugasan yang autentik yang berstandar tinggi atas performance siswa dilingkungannya yang mendorong siswa untuk melakukan pekerjaan yang terbaik dan efektif, dalam pengawasan guru akan membantu pengembangan tingkat motivasi siswa.
Beberapa tahun lalu Universitas Tartu mulai mengorganisir e-learning yang disebur ”coffee with e-learning” (minum kopi sambil belajar menggunakan e-learning). Hal ini berdasarkan contoh dari Skandinavia. Solusi ICT diajarkan dengan dukungan staff IT yang menjadi tutor pengajaran selama berlangsungnya pembelajaran.
Dalam pembelajaran bahasa, dukungan kependidikan dan tutorial yang ada dapat dijadikan dalam mengkreasikan lingkungan pembelajaran e-learning untuk pembelajaran Bahasa secara umum dalam Bahasa yang berbeda pada tingkatan yang berbeda, seperti untuk istilah pembelajaran dan ESP dalam ranah spesialisasi yang berbeda. Pada waktu yang bersamaan, ICT menjadikan kita mungkin untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa secara individual dan mendukung pembentukan rasa kepemilikan dalam suatu komunitas dimanapun.
                           II.            Dasar Teori dan Pembahasan
Dalam artikel ini akan membahas tentang beberapa engalaman mengajar menggunakan ICT. Berikut akan diulas tentang bagaimana ICT digunakan dapat proses pembelajaran :
1.         Motivasi Siswa dan E-learning
ICT mendukung prinsip pembelajaran modern. Kemahiran berbahasa sebagai interaksi pribadi dan motivasi siswa. Theobald (2006: 1) menggaris bawahi beberapa siswa membutuhkan alat yang instrinsik untuk mengembangkan motivasi mereka. Motivasi instrinsik adalah ”tujuan yang diungkapkan oleh para pendidik untuk siswa mereka”. Bagaimana siswa mencapainya? Biasanya motivasi instrinsik disertakan untuk penemuan nilai yang siswa lakukan. Theobald (2006:1) menyimpulkan: membantu siswa menemukan nilai dalam pembelajaran melalui implementasi dari berbagai macam instruksi dan alternative-alternatif pilihan serta bentuk penugasan yang autentik, sementara memelihara standart performa siswa pada suatu lingkungan yang mendorong mereka untuk melakukan kerja terbaiknya dengan efektif, guru yang mengasuh tidak sekedar mentransfer ilmu, akan membantu mengembangkan tingkatan motivasi siswa.
Dörnyei and Otto (1998:65) memberikan definisi tentang motivasi L2 (bahasa kedua/ bahasa asing). Pada umumnya, motivasi dapat didefinisikan sebagai perubahan kumulatif  yang dinamis yang muncul pada seseorang yang memprakarsai, secara langsung, menyelaraskan, menguatkan, mengakhiri dan mengevaluasiproses kognitive dan motoric yang bermula harapan-harapan dan hasrat yang menjadi pilihan prioritas, dilaksanakan dan tindakan.
Hasanbegovic (2005) telah mereview sebuah studi pada pengaruh motivasi e-learning pada penugasan computer yang autentik oleh Martens et al 2004. Studi-nya menyimpulkan bahwa : searah dengan teori motivasi Ryan dan Deci diprediksi dan dibuktikan bahwa memotivasi siswa secara instrisik untuk melakukan lebih pada periode waktu yang tepat sebagai hasil dari usaha yang lebih dan ketekunan serta melakukan hal yang berbeda pada hal yang berkenaan dengan computer yang  membiarkan mereka untuk bebas memilih (Hasanbegovic, 2005).
Sebuah keseimbangan yang baik pada lingkungan ICT akan membuat para siswa mampu merasakannya dan tetap termotivasi melalui proses pembelajaran. Motivasi secara individual, pembelajaran dalam suasana dan aktifitas siswa sering menjadi bagian dan satu paket pda keberhasilan dukungan ICT.     
2.         Berbagi Peran: tanggung jawab pelajar dan peran guru.
Aspek yang sama pentingnya adalah tanggungjawab siswa dengan kapasitasnya untuk bermimpi dan dan mengejar tujuannya. Siswa modern khususnya pada tingkatan universitas, harus tahu mengapa dan apa yang dibutuhkan dalam belajar, dan mampu merancang dan tetap berada pada jalur rencana belajarnya. Wilson (1981:61) menggaris bawahi bahwa perkembangan siswa pada masa di universitas dapat dilihat sebagai berikut : Satu pandangan bahwa pertumbuhan siswa berlangsung pada sebuah tingkatan invariant yang berbeda dimana progress dari tingkatan ke tingkatan mengimplikasikan sebuah penataan kembali dan pengorganisasian kembali dari yang ada sebelumnya. Pada tingkatan yang lebih tinggi secara kualitas berbeda dari tingkatan yang lebih rendah dalam hal cara berfikir siswa secara pribadi, perasaan atau tingkah lakunya. Sisi manfaat lainnya adalah bahwa perkembangan siswa dapat dilihat pada rangkaian penugasan yang melibatkan kedewasaan pribadi pada aspek intelektual yang berbeda, emosi dan hubungan social.
Saat ini peran guru adalah sebagai penasehat, seorang ahli dalam bidang yang mempunyai tugas untuk mendukung pengembangan siswa. “design and control the study process” concepts.
Dörnyei (2001: 35) menyatakan : Guru adalah seorang motivator social yang kuat. Menjadi pemimpin yang merancang kegiatan ruang kelas, mewujudkan dari suara hati kelompok, symbol dari kesatuan dan identitas kelompok, dan melayani sebagai contoh.
Day and Sachs (2004: 7) mengindikasikan bahwa inti dari profesional demokratis adalah perhatian pada aksi kolaborasi, kerjasama Antara guru dan stakeholder pendidikan yang lain.
Kiggins and Cambourne (2007: 368-379) menekankan pada pentingnya “triadic partnership” pada guru muda. Kiggins dan Cambourne (ibid) menekankan pula bahwa kepercayaaan menjadi sebuah elemen penting dalam proses pembentukan ilmu pengetahuan.
Seperti halnya yang dinyatakan Day and Sachs (2004:7) bahwa guru mempunyai tanggungjawab yang lebih luas di kelas dan kontibusinya pada sekolahan, sistem, siswa lainnya, komunitas yang lebih luas dan tanggungjawab bersama bagi guru sebagai sebuah kelompok dan profesi yang lebih luas.
Mereka  juga berfungsi sebagai seorang penyemangat emosional siswa dari kelompok yang mempunyai bandingan dan contoh yang mengkritisi mobilitas kelompok. Perbincangan sederhana dengan siswa dapat menjadi alat memandu secara  langsung memberi energi untuk memotivasi siswa.
3.         Konsep pembelajaran dalam situasi khusus
Berbagai kemungkinan untuk ICT. Penulis beranggapan bahwa ICT dan solusi pembelajaran menggunakan web menawarkan kepada para siswa untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik dan menantang. Beberapa diantaranya adalah atraktif dan aktusiasme tinggi dimana dipilih sebagai penyajian yang berupa video games.
J P Gee (2009) menyatakan bahwa: prinsip-prinsip berikut ini berhubungan dengan prinsip-prinsip pengharapan pembelajaran aktif. Hanya saja jika para siswa memperoleh dan mencoba dan menguji muatan konsep pada situasi mengajar dan menguji arti nyata bahwa pembelajaran tengah terjadi. Tanpa hal itu para siswa terlihat mampu menyelesaikan test menggunakan pen dan kertas dengan tampaknya sempurna. Bagaimanapun pada tes berikutnya yang berkaitan, mereka membuktikan tidak mampu menyelesaikan permasalahan sebenarnya (cf. Gardner 1991, in Gee 2009:15)
Anggapan bahwa solusi  ICT dan web-based learning menawarkan para siswa berkemungkinan membuat proses pembelajaran lebih menarik dan menantang. Beberapa berkapasitas proses pembelajaran atraktif dan menarik antusiasme siswa dengan penyajian video games.
4.         Pengalaman penggunaan ICT dalam pengajaran kursus bahasa dan ESP.
Penampilan umum dari web-based courses dan tujuan utama penggunaan ICT; menciptakan kamus online, presentasi power point, aktifitas tambahan di ruang kelas,
Solusi Web-based mengintegrasikan pembelajaran kelas; penggunaan multimedia, mengemukakan serta sharing latar belakang masalah melalui Web.
Tujuan utama penggunaan ICT adalah untuk mendukung pembelajaran dan perolehan kosakata baru dalam pembelajaran Bahasa inggris, menampilkan opini seseorang dan mampu untuk mengekspresikannya pada isu topic pada bidang tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang berbeda , contohnya penggunaan solusi diantaranya: latihan vocabularies on-line pada teks yang yang dibaca dan didiskusikan di kelas, secara pribadi dapat pula digunakan untuk mengoreksi latihan grammar, kamus on-line mengkreasikan oleh siswa setahap demi setahap, latihan demi latihan, informasi tentang rancangan yang berbeda, e-mail, forum, ujian on-line, rencana pelatihan, penanggalan penting, menciptakan kamus on-line, power point presentasi, dll.
 5. Keuntungan-keuntungan menggunakan e-learning sebagai pendukung pembelajaran di kelas;
a)      E-learning sebagai pendukung pembelajaran kelas.
ICT sebagai pendukung pembelajaran didalam kelas pada umumnya, yang diantaranya mempunyai keuntungan sebagai berikut:
-          Mudah mengakses dimanapun dan kapanpun berada.
-          Memanfaatkan sedikit kertas yang berarti akan semakin banyak pohon.
-          Dapat memungkinkan menggunakan metode modern.
-          Secara individu dapat menentukan ketertarikan, level dan kebutuhan yang berbeda
b)       Dimensi etika penggunaan Bahasa
Di setiap negara dan budaya masing-masing mempunyai etika berbicara yang berbeda, tentang intonasi dan penggunaan (pemilihan) kata yang tepat. Dalam pribahasa China “guru yang membuka pintu, tetapi kamu harus memasukinya sendiri.” Tugas guru adalah untuk mendorong siswa. Tidak hanya kosakata yang baru yang diajarkan namun juga sebuah pelatihan bahasa yang baik yang harus diberikan pada peserta didik. Hal ini menjadi pertimbangan bahwa kesiapan informasi dan perolehan berita pada siswa kita melalui Bahasa yang baru bagi mereka memberi mereka sebuah kesempatan untuk diberitahukan dan membentuk opini mereka pada topic yang penting yang berkaitan tentang masyarakat kita. Banyak ahli sosiologi terkenam dan meneliti ( contohnya Cronin 2002, Pym 2005)  telah menekankan bahwa tidak cukup hanya dengan “mempunyai” sebuah opini namun seseorang yang terdidik juga harus “mengekspresikannya pada bentuk masyarakat dimana kita tinggal”. Memang banyak ilmu pengetahuan dan pemikiran di era modern dimana penggunaan Jaringan (Web) dubia dikaitkan pada siapa yang mempunyai informasi pertama kali. Dan siapa yang lain yang harus didukung untuk mempelajarinya, untuk menggunakannya, untuk kapasitas terbaiknya dan semua prinsip etika yang mengikuti pada siswa yang belajar Bahasa asing tersebut. Yang dibanyak cara menjadi panutan dalam masyarakatnya atau budayanya.
c)      Bangunan kepercayaan
Anatole France mengatakan “ sembilan dari sepuluh tentang pendidikan adalah dorongan semangat”. Tidak akan ada dorongan semangat tanpa adanya kepercayaan (cf. Kiggins and Cambourne 2007:374 in 2.2). seperti halnya pengajaraan pada umumnya, e-learning dapat diorganisir dengan cara yang berbeda. Misalnya: lingkungan kesiapan yang diciptakan guru, kendali guru, pengisian jawaban oleh siswa, perolehan nilai (bahwa guru dapat menggendalikan computer siswa ketika bekerjasama pada computer dikelas). Yang bertentangan dengan hal ini bahwa harus memilih pelatihan pada prinsip kepercayaan. Kita percaya bahwa para siswa dapat me-manage hampir semua proses pembelajarannya secara dewasa.
d)     Pembentukan rasa kebersamaan
Pada pendidikan ditempat lain, mengembangkan kerjasama dan melalaikan kekakuan menjadi  semakin terlatih menjadi biasa. Seperti pendekatan yang membantu siswa untuk memperoleh motivasi. Cocea and Weibelzahl (2006:2-3) menggarisbawahi kaitan Antara e-learning san Social Cognitive Learning Theory SCT (teori pembelajaran masyarakat/social). Dalam sudut pandangnya, kepribadian adaptasi tutorial yang efektif dan pembelajaran kolaborasi, motivasi yang sangat baik pada semua aspek juga menekankan pada meningkatkan kepuasan siswa dan kualitas belajar.
Kepribadian bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih efektif dan memuaskan dengan adaptasi  kebutuhan dan pilihan siswa. Diantara manfaat motivasi siswa adalah: mempertinggi motivasi dan keterlibatan, penguasaan siswa yang membuat mereka lebih bertanggung jawab dan aktif, mengembangkan kepuasan kualitas pembelajaran yang lebih baik dan lain-lain.
SCT juga sesuai dengan pembelajaran kolaborasi, memberi kerangka kerja social pada pengambilan pertimbangan melalui teori dan cara pembelajaran ini yang dipengaruhi oleh konteks social. Agak berlawanan terhadap apa yang kadang diharapkan dari web-berbasis lingkungan, pengalaman memperlihatkan bahwa web-berbasis lingkungan seringkali berhubungan dengan siswa dalam kelompok. Menawarkan mereka kemungkinan untuk berkomunikasi pada sebuah lingkungan yang alami untuk mereka, pelatihan berbasis web, jika membangun pada sebuah cara bahwa kemampuan siswa untuk berpartisipasi dan terbuka. Hal ini juga menyediakan untuk bergabung pada terminology yang berbeda, group parallel yang berbeda (contohnya: grup A dan grup B belajar pada subyek yang sama), siswa yang berbeda tingkatan tahun belajar pada subyek yang sama. Hal ini dapat menjadi pendukung melalui bantuan siswa menciptakan database bersama. pada permasalahannya bahwa perbedaan presentasi powerpoint dalam menciptakan pembelajaran pada tahun yang berbeda pada kelompok parallel. Penganalisaan pelajaran yang telah berlangsung dan saat ini dapat dilihat bahwa Web berbasis lingkungan dapat membantu mengembangkan rasa kepemilikan bersama. Dalam tambahan untuk aktifitas pembelajaran yang biasa yang telah disebutkan diatas, dapat dilakukan melalui dokumentasi kegiatan yang berbeda, seperti belajar kunjungan atau mengunjungi museum, kelompok belajar dapat share, berdiskusi dan menganalisa hasilkunjungan melalui Web, yang juga mengembangkan rasa kebersamaan. Hal itu dapat juga dilakukan untuk berbagi informasi tentang diri mereka masing-masing melalui group. Siswa dapat berbagai banyak informasi secara digital sehingga bisa dijadikan landasan untuk sebuah hubungan baik dalam kelas. Penting untuk diingat bahwa ICT dapat juga membantu menciptakan “jembatan” khusus Antara periode belajar, tahun belajar yang berbeda dan kelompok belajar yang berbeda dan membantu mempertajamperasaan “kekamian”.
                         III.                        Kesimpulan
Gunnar Handahl (2004,2007) menggaris bawahi pentingnya dimensi pendidikan; level 1: beraksi(berangkat dan mengajar), level 2: teori dan praktek (alasan mengajar, latar belakang, pengetahuan pedagogi, kemampuan metodologis, pengalaman sebagai guru, pengalaman mentransfer ilmu), level 3; nilai (dasar pembenaran etika dan politik).
Selama bertahun-tahun dalam pelaksanaan belajar mengajar sebagai seorang guru dalam kelompok belajar yang berbeda, partisipasi para peserta juga membantu menganalisa dan membentuk proses. Harapannya, bersandar pada teori yang lebih dalam, prinsip-prinsip dan etika-etika dapan mensuport siswa dalam membuat pilihan yang penuh arti.
Dengan pengembangan Web 2.0 and 3.0 masih saja untuk para novelis, pengembangan dan perubahan yang tidak ada habis-habisnya. Siswa semakin menjadi bertaut,komunikasi dan pembelajaran teacher center semakin berkurang. Dalam perkembangannya peran para guru, para siswa, dan pembelajaran itu sendiri secara berkelanjutan berubah untuk menggantikan metode pembelajaran yang ada untuk perkembangan lebih jauh. Banyak dari perkembangan ini ditemukan pada proses kerjasama dengan para siswa dan para praktisi pendidikan dari seluruh dunia.
Harapannya, pendekatan student-center berdasarkan kepribadian, pengembangan motivasi siswa, dan tanggungjawab dapat di dukung dengan cara ini.

                         IV.            REFERENSI
Cocea, M. & Weibelzahl, S. (2006). Motivation – included or excluded from e-learning.
Cronin, M. (2002). The Empire Talks Back: Orality, Heteronomy and the Cultural Turn in Interpreting Studies. In F.
Day, C. & Sachs, J. (2004). Professionalism, performativity and empowerment: discourses in the politics, policies and purposes of continuing professional development. In: Day, C, Sachs, J. (Eds.), International Handbook on the Continuing Professional Development of Teachers. Open University Press. UK, Bell& Brain Ltd, Glasgow. 3-33.
Dörnyei, Z. (2001a). Teaching and Researching Motivation. Pearson Education Limited. Malaysia, LSP.
Dörnyei, Z. (2001b). Motivational Strategies in the Language Classroom. Cambridge University Press. UK.
Dörnyei, Z & Otto, I. (1998). Motivation in action: A process model of L2 motivation. Working Papers in Applied Linguistics (London: Thames Valley University), 4: 43-69.
Gardner, H. (1991). The unschooled mind. How children think and how schools should teach. New York: Basic Books.
Gee, J. P. (2008). Är videospel bra vid inlärning? / Are videogames good for knowledge acquisition?/ In: Kulturens Studia Generalia. Svenska kulturfonden. Oy Nord Print. 8-23.
Handahl, G. (2004/2007). Ethics of Teaching in Higher Education. Teacher trainer courses: Teaching in Higher Education given at Tartu University. Oslo University-Tartu University. University of Tartu, 2004-2007.
Hasanbegovic, J. (2005). Review of Martens, R. L et al (2004). The impact of intrinsic motivation on e-learning in authentic computer tasks. Journal of Computer Assisted Learning, Vol. 20, pp. 368–376.
Kiggins, J. & Cambourne, B. (2007). The knowledge building community program. In: T. Townsend, R. Bates (Eds.),
Pym, A. (2005). Action Research in Translation Studies. Paper presented at the conference New Research in
Theobald, M. (2006). Increasing Student Motivation. Strategies for Middle and High School Teachers. Corwin Press. A SAGE Publications Company, Thousand Oaks, California.
Springer, printed in the Netherlands. 3-25.
Wilson, J. D. (1981). Student Learning in Higher Education. Croom Helm London. New York – Toronto.

Selasa, 31 Desember 2013

Langit yang tak pernah sama

 ,,,nikmatilah sahabat muda,,bahwa kalian tengah berbaris menatap kedepan dan yang  kemudian menjadi bagian barisan tonggak kekuatan bangsa ini,,kuatlah untuk tetap lurus tegarlah untuk tetap belajar, belajar dan belajar,, belajar tentang ketulusan, belajar tentang kebenaran, belajar tentang kesetiaan, belajar tentang menghormati...

Minggu, 29 Desember 2013

Keajaiban Panggilan Umat Manusia untuk bersimpuh padaNYA

,,what an amazing fact,,

ICT dan Transformasi Pendidikan



 
BAB I
PENDAHULUAN


      I.        LATAR BELAKANG
ICT Information and Communication Technologies yang dalam Bahasa indonesia dikenal dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875 adalah menjadi tonggak perkembangan teknologi yang merupakan akar dari perkembangan teknologi TIK saat ini. Penemuan ini yang kemudian diikuti dengan pengadaan jaringan komunikasi yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Antara tahun 1910 – 1920 sebuah transmisi komunikasi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM terwujud. Kemudian diikuti oleh transmisi audio visual tanpa kabel yang berwujud televisi pada sekitar tahun 1943, miniature komponen elektronik  berupa transistor pada tahun 1947.  Semua itu merupakan cikal bakal dari TIK dan terus berkembang pesat pada era perang dingin Blok Barat dan Blok timur waktu itu. memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat luar angkasa, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.

    II.        RUMUSAN MASALAH
Dalam penulisan makalah ini, penulis akan mencoba merumuskan masalah tentang:

1.    Apa yang dimaksud dengan ICT?
2.    Seperti apakah pemanfa’atan ICT dalam pembelajaran?
3.    Bagaimana dampak penggunaan ICT?

   III.        TUJUAN PENULISAN MAKALAH
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu:

1.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan ICT.
2.    Untuk mengetahui seperti apakah peranan ICT dalam pembelajaran.
3.    Untuk mengetahui bagaimana dampak penggunaan ICT.
4.    Untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika dan Komputer.





























BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian ICT

Information and Communication Technology (ICT) atau lebih dikenal dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu alat untuk mengelola data yang mempermudah dan mempercepat kita dalam mendapatkan informasi dan berkomunikasi. Menurut Sultan M. Al-Daihani, bahwa “ketrampilan TIK menjadi sangat penting sebagai bukti menggunaan system dan peralatan dalam proses belajar mengajar yang intensif Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kita sedang sudah memasuki masa dimana teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia”. Dewasa ini informasi merupakan “komoditas primer” yang dibutuhkan orang, seiring dengan semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi, sehingga lazim dikatakan peradaban pada masa ini merupakan peradaban masyarakat informasi. informasi bukan hanya kebutuhan, melainkan juga dapat menjadi sumber kekuatan. Teknologi informasi dapat menjadi alat terpenting untuk manipulasi dan alat kendali. Ternyata memang, telah menjadi pendapat umum siapa yang menguasai informasi dialah penguasa masa depan. Bahwa kekuatan baru masyarakat bukanlah uang di tangan segelintir orang melainkan informasi ditangan banyak orang (The new source of power is not money in the hand of a few, but information in the hand of many).
Wujud dari teknologi informasi yang banyak digunakan oleh manusia saat ini diantaranya adalah komputer dan perangkat lainnya seperti internet, jaringan, wireless, hardware dan software. Secara umum komputer dan internet berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dan alat pengolahan informasi. Sebagai alat komunikasi internet menjadikan dunia tiada batas (borderless) manusia di belahan dunia manapun dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat, misalnya dengan chating dan mail. Bahkan komunikasi langsung tatap muka dengan dunia yang berbedapun sekarang bukan sesuatu yang aneh, misalnya dengan menggunakan videoconference. Dengan teknologi computer, informasi menjadi sedemikian mudah untuk diperoleh, enak untuk digunakan, mudah diproses dan lebih efisien. Mengolah dokumen yang banyak menjadi mudah dengan proses scaning, word processing hingga pencetakan (printing). Dan sangat membantu pula dalam dunia pendidikan. Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Kita harus tahu bahwa untuk memanfaatkan TIK dalam hal pembelajaran tidak semudah dibayangkan. Perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,diantaranya :
1.    Adanya akses teknologi internet untuk guru maupun siswa,baik di dalam kelas,sekolah,maupun lembaga pendidikan guru,
2.    Adanya materi yang bermutu bagi guru dan siswa,
3.    Guru harus harus produktif terhadap perkembangan TIK.

B.   Pemanfataan ICT Dalam Pembelajaran

Tidak diragukan lagi bahwa TIK menyediakan proses belajar mengajar yang produktif seiiring untuk mengembangkan kreatifitas dan sumber-sumber intelektual pada era masyarakat saat ini. “Melalui simulant audio, teks gambar berwarna, grafik, gambar gerak, TIK memberi banyak sekali kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kemampuannya untuk kualitas pembelajaran dan untuk mengembangkan kemampuannya untuk berinovasi” (Samuel Ereyi Aduwa-Ogiegbaen and Ede Okhion Sunday Iyamu).
Yang dimaksud TIK sebagai alat bantu ajar minimal ada 3 (tiga) fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu (1) TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: animasi peristiwa, alat uji siswa, sumber referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, simulasi kasus, alat peraga visual, dan media komunikasi antar guru; kemudian (2) TIK sebagai Alat bantu interaksi guru-siswa yang meliputi: komunikasi guru-siswa, kolaborasi kelompok studi, dan manajemen kelas terpadu.sedangkan (3) TIK sebagai alat bantu siswa meliputi: buku interaktif , belajar mandiri, latihan soal, media illustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa, dan media komunikasi antar siswa. Pernyataan di atas perlu diadakan operasionalisasi sehingga mudah dicerna oleh para guru. Sebagai contoh misalnya guru akan menjelaskan animasi peristiwa timbulnya Gaya Gerak Listrik. (GGL) atau peristiwa alam terjadinya petir & proteksinya. Materi mengenai hal tersebut yang lebih interaktif dapat dicari melalui (download) di internet, atau bisa dipersiapkan melalui desain sendiri, dengan urutan sebagai berikut: (a) pembuatan tema; (b) pembuatan gambar detil ; (c) pembuatan Storyboard menjadi bagian-bagian film; (d) pengurutan gambar-gambar menjadi gambar bergerak; (e) pembuatan animasi-animasi dan background menjadi sequences; (f) pemberian suara; (g) penyelesaian akhir menjadi suatu film. Guru memberi penjelasan di depan kelas dilakukan melalui pemutaran film tentang proses timbulnya GGL atau proses terjadinya petir. Dengan fasilitas TIK guru dapat menyampaikan materi ajar yang lebih menarik dan menyenangkan karena beberapa faktor yang merupakan karakteristik dari fasilitas TIK, yaitu antara lain : (a) kemampuan dalam menyajikan gambar (b) faktor ukuran (c) factor warna (d) faktor gerak (e) faktor bahasa & suara.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
1.    Dari pelatihan ke penampilan,
2.    Dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
3.    Dari kertas ke “on line” atau saluran,
4.    Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
5.    Dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu suatu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan    menggunakan teknologi internet yang standar, memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.
Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning System), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb.
Bagaimana ICT dapat membantu siswa belajar?
Pertama, presenting information. ICT memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk menyampaikan informasi. Ensiklopedia yang jumlahnya beberapa jilid pun dapat disimpan di hard disk. Bahkan kini telah lahir google.earth yang dapat menunjukkan kepada kita seluruh kawasan di muka bumi kita ini dari hasil foto udara yang amat mengesankan. Dengan membuka www.google.com, data dan informasi akan dengan mudah kita peroleh. Mau membuat grafik dan tabel? Itu sangatlah mudah. Komputer akan dengan senang hati membantu peserta didik untuk membuatkan grafik dan tabel secara otomatis, dengan hanya memasukkan data sesuai dengan yang kita inginkan.
Kedua, quick and automatic completion of routine tasks. Tugas-tugas rutin kita dapat diselesaikan dengan menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis. Mau membuat grafik, membuat paparan yang beranimasi, dan sebainya, dengan mudah dapat dilakukan dengan bantuan komputer.
Ketiga, assessing and handling information. Dengan komputer yang dihubungkan dengan intenet, kita dapat dengan mudah memperoleh dan mengirimkan informasi dengan mudah dan cepat. Melalui jaringan internet, kita dapat memiliki website yang menjangkau ujung dunia mana pun. Jangan heran, anak-anak kita dapat dengan mudah melakukan cheating atau ngobrol dengan temannya yang berada entah di belahan dunia mana.
Masih banyak lagi manfaat yang dapat kita ambil dari penggunaan ICT dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan dalam bidang teknologi informasi haruslah dikuasai sebaik mungkin oleh generasi muda kita melalui pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Selain itu,untuk menghindari pemanfaatan teknologi yang kurang bermanfaat apalagi dalam hal negatif oleh siswa karena pembelajaran TIK antar siswa dengan cepat maka mengarahkan pemanfatan TIK dalam pembelajaran menjadi sangat penting sehingga siswa disibukkan dengan eksplorasi subjek positif dalam penggunaan TIK.Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan pencarian artikel,sumber bacaan,atau pengiriman tugas(PR) melalui e-mail. Dan juga harus tercipta kemudahan akses internet di lingkungan yang terkontrol seperti di sekolah atau rumah melebihi kemudahan akses di tempat umum seperti warnet agar aktivitas on-line siswa lebih terkontrol.
Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya : Presentasi, Demonstrasi dan Kelas Virtual.
Dengan e-mail,kita bisa mengirimkan tugas yang diberikan oleh guru tanpa harus bertatap muka langsung.Dan dengan menjelajah internet,kita akan tahu banyak hal yang bisa di dapat melalui internet seperti mencari artikel yang berkaitan dengan mata pelajaran di sekolah.Ini semua sangat menunjang sekali terhadap proses belajar di sekolah.
Meskipun beberapa pihak yang terkait sudah cukup memahami betapa pentingnya ICT atau TIK untuk pendidikan, akan tetapi di beberapa daerah terpencil, fasilitas untuk pemanfaatan ICT sebagai penunjang proses pembelajaran masih minim bahkan dapat dikatakan tidak memadai. Hal ini ironis sekali, saat pendidikan Indonesia dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan pemanfaatan ICT di dunia. Akan tetapi hardware yang merupakan modal utama dalam pemanfaatan ICT tidak memadai dan belum sesuai dengan kebutuhan baik dalam jumlah maupun dalam spesifikasi komputernya. Karena fasilitas ICT yang timpang antara pusat dan daerah mengakibatkan ketimpangan dalam penguasaan ICT untuk pendidikan. Ketika di kota besar TIK telah dapat menjadikan ICT sebagai media pembelajaran sedangkan di daerah pedesaan meskipun sudah menyadari pentingnya ICT untuk pendidikan akan tetapi karena fasilitas ICT yang timpang itu mengakibatkan seperti macan kehilangan giginya, daerah tidak dapat berbuat banyak untuk mengembangkan ICT tanpa adanya infrastruktur yang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, diharapkan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat serta LSM dalam negeri atau luar negeri yang terkait dapat bekerja sama untuk menuntaskan buta ICT di daerah-daerah terpencil.

C.   Dampak Penggunaan ICT

Satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan.
Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama.
Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing. Pergeseran pandangan tentang pembelajaran Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu:
1.    Siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru,
2.    Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan
3.    Guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.


BAB III
KESIMPULAN

Banyak sekali manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari.Misalnya dalam bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluasan Teknologi Informasi dan transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dan mahasiswa juga terbantu dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Para mahasiswa dapat mencari bahan skripsi di internet atau para siswa mencari bahan tugas makalahnya di internet. Dengan adanya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah, para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan baik. Manfaat TIK lainnya dalam bidang e-education juga ada. Kita sudah mengenal program internet goes to school, community acces point, e-learning, smart campus.
Pemerintah juga harus menyiapkan perangkat peraturan terkait pembatasan kebebasan akses internet. Akses yang terlalu bebas bisa berakibat fatal bagi perkembangan masyarakat, terutama di daerah yang haus akan informasi.
Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan, formal maupun nonformal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para pendidik yang bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.
DAFTAR PUSTAKA


Al-Daihani, Sultan M. (2011), An analysis of the perceptions of undergraduate students, Department of Library and Information Science, College of Social Sciences, Kuwait University, Kuwait City, Kuwait.
Igor Morozov, E-Learning Portal for School Teachers:Partnership Opportunities, Rector of IT Academy, Russia, 2010.
Mullamaa, Kristina (2010) ICT in Language Learning - Benefits and Methodological Implications, Language Centre, University of TartuNäituse 2, Tartu 51003, Estonia.
Prihanto, Dwi, “Pemanfaatan tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai alat bantu pembelajaran guru”, Seminar Nasional Eleectrical, Informatics and it’s education, 2009.
Samuel Ereyi Aduwa-Ogiegbaen and Ede Okhion Sunday Iyamu, Using Information and Communication Technology in Secondary Schools in Nigeria: Problems and Prospects, Department of Educatinal Psychology & Curriculum studies Faculty of Education, University of Benin, Nigeria